* * * *

User

Welcome, Guest. Please login or register.
Did you miss your activation email?

July 05, 2009, 05:18:36 am

Login with username, password and session length

Page Hit Counter

KLIXs Features

Print article May 05 2009 KLIXs-2009.1 Released
| 1606 Views
Hari ini telah kami release versi KLIXs-2009.1 dimana secara struktur dan core masih sama dengan KLIXs-2009, merupakan perbaikan dari versi KLIXs-2009 yg lama, namun ada beberapa tambahan khususnya dalam hal pendeteksi hardware device, beberapa perbaikan bugs dan juga update terhadap paket program aplikasi terbaru.

Adapun spesifikasi KLIXs-2009.1 sebagai berikut :
Kernel 2.6.26.8.jf2
KDE 3.5.10-10
Open Office 3.0.1
Firefox 3.0.7
Thunderbird 2.0.0.21
dan masih banyak lagi aplikasi lainnya.
Selain itu juga di masukkan support terhadap banyak wireless-compat driver, 3G/HSDPA modem, usb/pci tvtuner, dlsb

Seperti yg sudah dijelaskan, KLIXs merupakan distro linux yg menganut prinsip Rolling Updates, jadi para pengguna KLIXs-2009 yg lama tidak harus menghapus / reinstall system nya yg lama untuk menjadikannya KLIXs-2009.1
Para pengguna bisa menggunakan aplikasi Synaptic Package Manager dan mengupdate semua paket aplikasi dan dalam sekejap maka system KLIXs-2009 yg lama akan menjadi KLIXs-2009.1 yang baru. Namun karena tidak semua pengguna mempunyai internet berkecepatan tinggi untuk mendownload dan mengupdate semuanya, maka untuknya kami menyediakan system KLIXs-2009.1 ini.

Untuk alasan paket aplikasi yg sudah semakin banyak dan beragam, maka kami membangun server repository sendiri untuk semua paket aplikasi KLIXs dan untuk selanjutnya diharapkan semua pengguna menggunakan server repository milik KLIXs sendiri pada setting Synaptic paket managernya.
Buka Synaptic paket manager, lalu pergi ke menu Settings, Repositories, maka akan muncul list repositories milik klixs dan pclinuxos yg lama.
Anda bisa hapus semuanya dan isikan dengan yg baru sebagai berikut :

URI : http://repo.klixsonline.com/klixs/apt/
Distribution :  klixs/2009
Section(s) : main extra contrib kde gnome nonfree

Karena server repository tersebut adalah lokal Indonesia dan terkoneksi pula ke jaringan IIX maka diharapkan akan jauh lebih cepat dari pada sebelumnya.

Salam Kami,

KLIXs Development Team
Digg this story! Del.icio.us Share on Facebook! Technorati

Pengetahuan Umum Linux

Sejarah Linux

Pada tahun 1983 Richard M. Stallman mendirikan proyek GNU dengan tujuan mengadakan sebuah sistem operasi mirip UNIX dan kompatibel dengan POSIX. Dua tahun kemudian ia mendirikan yayasan Free Software Foundation (FSF) dan menciptakan GNU General Public License (GPL) sebagai pondasi hukum guna menjamin penyebaran software secara bebas.

Atas dasar pondasi hukum itu, Software GNU telah tersebar luas dan banyak pengembang relawan dapat memberikan kontribusinya. Dalam waktu singkat telah tersedia banyak paket program dan jumlahnya terus meningkat. Pada awal 1990an pada prinsipnya telah tersedia cukup paket program bebas (GNU Software) yang dapat digunakan sebagai komponen membangun sebuah sistem operasi. Untuk itu ternyata masih tertinggal Kernel (Proyek GNU-Hurd) yang merupakan jantung dari sebuah sistem operasi yang pengembangannya masih terhambat. Microkernel yang dikembangkan untuk itu ternyata mengalami banyak hambatan, terutama dalam hal melibas kecoa (bugs) dan sehubungan dengan arsitekturnya yang moderen tapi dianggap cukup ribet.

Pada dasawarsa tahun 80an Universtas Berkeley juga mengembangkan sistem operasi bebas dengan distribusi bernama Berkeley Software Distribution (BSD). Proyek pengembangan BSD ini menggunakan versi Unix edisi 4 dari AT&T sebagai rujukan. Karena sistem operasi BSD saat itu belum 100% halal dan masih mengandung Code asal AT&Ts Unix, maka di tahun 1990an terjadi perselishan hukum antara AT&T dan Universitas Berkeley, yang menurunkan stamina para pengembangnya dan secara drastis menghambat pengembangannya.

Dengan terhambatnya pengembangan BSD, maka pada awal tahun 1990an sebenarnya belum tersedia sistem operasi yang 100% bebas. Dan perselisihan hukum dengan AT&T membuat masa depan proyek BSD jadi tak menentu, sementara pengembangannya juga praktis dibekukan. Sementara itu, proyek GNU lainnya tetap berjalan dan jumlah paket software yang dihasilkan terus meningkat.

Lahirnya Linux

Lahirnya Linux

Di tahun 1991 Linus Torvalds di Helsinki mulai mengembangkan sistem operasi yang belakangan dikenal dengan nama Linux. Mulanya sekedar emulasi terminal yang saat itu ia butuhkan untuk mengakses server UNIX di Universitas tempat ia menuntut ilmu. Torvalds menulis program dengan pendekatan yang berorientasi kepada hardware dan independen terhadap sistem operasi yang ada karena ia ingin menggunakan PC yang telah tertanam prosesor intel tipe 80386 secara optimal (keluarga x86 sampai saat ini telah menjadi standar). Sebagai rujukan Torvalds menggunakan Sistem Minix dan kompiler GNU-C-Compiler (GCC).

Proklamasi lahirnya Linux

Seperti ditulis dalam bukunya (bersama David Diamond, 2001), Torvalds kemudian menyadari bahwa apa yang dibuatnya itu ternyata merupakan basis sebuah sistem operasi. Pada hari bersejarah 25 Augustus 1991 ia kemudian memposting email ke milis pengguna Minix: comp.os.minix yang isinya selalu dikutip sebagai sebuah proklamasi lahirnya Linux:

„Hello everybody out there using minix - I'm doing a (free) operating system (just a hobby, won't be big and professional like gnu) for 386(486) AT clones. This has been brewing since april, and is starting to get ready. I'd like any feedback on things people like/dislike in minix, as my OS resembles it somewhat (same physical layout of the file-system (due to practical reasons) among other things). I've currently ported bash(1.08) and gcc(1.40), and things seem to work. This implies that I'll get something practical within a few months, and I'd like to know what features most people would want. Any suggestions are welcome, but I won't promise I'll implement them :-)
Linus (torvalds@kruuna.helsinki.fi)
PS. Yes – it's free of any minix code, and it has a multi-threaded fs. It is NOT portable (uses 386 task switching etc), and it probably never will support anything other than AT-harddisks, as that's all I have :-(.“

Hari ini enambelas tahun lampau tanggal 17 September 1991 kode sumber Linux versi 0.01 untuk pertama kalinya tersedia di server FTP di Helsinki untuk dicoba dan dikembangkan lebih lanjut komunitas pengembang relawan. Versi Kernel Linux yang berlaku pada hari ini (Nov 2007) telah mencapai versi 2.6.23.1

Linux vs. GNU/Linux

Kernel Freax

Sesungguhnya, bila mengikuti kata hati Linus Torvalds saat itu, nama sistem operasi atau tepatnya kernel yang dibidaninya, bukannya bernama Linux melainkan Freax. Sebuah kata berasal dari Free dan juga bisa dari kata Freak. Ditambahkan huruf x dibelakangnya seperti umumnya penamaan di lingkungan Unix. Karena itu awalnya selama enam bulan pertama, Torvalds masih sempat menyimpan karyanya di folder bernama Freax. Walaupun nama Linux pernah terlintas dalam pikirannya, tapi kata itu tidak pernah dilontarkan karena ia beranggapan hal itu terlalu egosentris.

Untuk memberikan akses kepada pengembang lain memungkinkan kontributor melakukan perbaikan maupun kontribusi termasuk saran dalam pengembangan lebih lanjut, ia harus meletakkan file tersebut di sebuah server FTP di (ftp.funet.fi) Helsinki University of Technology (HUT), seperti yang telah dilakukan pada hari bersejarah tanggal 17 September 1991. Penanggung jawab untuk server di HUT saat itu Ari Lemmke ternyata tidak suka dengan nama Freax dan tanpa banyak diskusi langsung saja memberi nama Linux. Di kode sumber versi 0.01 masih dapat dibaca kalimat tertinggal yang menyebutkan "Makefile for the FREAX-kernel". Tanpa direncanakan, nyaris kebetulan, demikianlah nama Linux secara de facto digunakan sampai saat ini, dimana mana dan untuk segala hal yang erat kaitannya dengan Linux.

GNU/Linux

Sehubungan dengan lisensi, awalnya Torvalds menggunakan lisensi buatan sendiri, tapi kemudian memutuskan untuk memakai GPL. Hal itu diberlakukan untuk pertama kalinya bersamaan dengan rilis kernel versi 0.99.10 pada tanggal 7 Juni 1993 yang menggunakan lisensi GPL. Sejak itu pengembangan Linux tumbuh lebih cepat dan lebih efisien. Belakangan dalam sebuah wawancara Linus Torvalds mengakui bahwa pemberlakuan lisensi GPL untuk Linux merupakan keputusan yang paling baik yang pernah ia lakukan dalam hidupnya: "Making Linux GPL'd was definitely the best thing I ever did.".

Mulanya istilah Linux bagi Torvalds adalah untuk Kernel saja, yaitu jantung dari sebuah sistem operasi. Kemudian ia berkembang menjadi distribusi yang mengemas paket program lain terutama dari proyek GNU, dan itu hampir semuanya menggunakan kata Linux untuk nama distribusinya. Realita ini telah membangkitkan permasalahan yang mempertanyakan penggunaan kata GNU/Linux ketimbang hanya Linux saja.

GNU sahabat Linux (Gambar lisensi GPL oleh Stephan Uhlmann)

Sementara itu Richard Stallman sebagai tokoh utama proyek GNU berupaya untuk mensosialisasikan agar sistem operasi yang menanamkan Linux sebagai Kernel sebaiknya membubuhkan nama GNU/Linux. Apa yang telah terjadi saat ini, dari ratusan distro yang ada, hanya beberapa distribusi saja, salah satunya yang terbesar adalah Debian GNU/Linux, yang mematuhi keinginan Stallman. Perbedaan pendapat juga diperluas karena kondisi distribusi dewasa ini yang tidak sekedar mengemas kernel Linux dan program dari proyek GNU saja, melainkan juga program-program dari sumber bebas pihak ketiga lainnya.

Stats

Members
Stats
  • Total Posts: 647
  • Total Topics: 156
  • Online Today: 2
  • Online Ever: 19
  • (October 23, 2008, 05:37:53 am)
Users Online
  • Users: 0
  • Guests: 1
  • Total: 1

Recent

TinyPortal v.1.0.6 beta 2 © Bloc